Bisnis startup Indonesia yang kini sedang berkembang ini
nampaknya telah sukses menjadi tren untuk menarik minat banyak orang
mencoba peruntungan di bisnis startup ini.
Beberapa startup Indonesia yang terlebih dulu sukses pun dijadikan
patokannya. Sebab mereka yang tadinya mendirikan perusahaan dengan SDM
dan dana terbatas, kini mampu berkembang pesat. Meski banyak juga mereka
yang gagal sebelum sukses.
Apa itu Startup ?
Startup merupakan Bahasa Inggris yang artinya ‘memulai sesuatu’.
Sedangkan bisnis startup menurut Google merupakan ‘sebuah usaha
kewirausahaan atau bisnis inovatif berbentuk perusahaan.
Pada era internet istilah ini mulai dikenal. Faktornya ialah karena
mulai banyak perusahaan yang dibangun dari nol oleh seseorang atau lebih
kemudian menjadi perusahaan besar. Sederhannya bisa dibilang bahwa
startup itu merupakan sebuah bisnis yang baru dirintis, contohnya
Kaskus. Mulanya kaskus didirikan oleh 2 orang dengan SDM dan pendanaan
terbatas, lantas kemudian berkembang menjadi perusahaan besar dan sudah
tidak lagi menjadi startup.
Atau contoh lainnya yaitu Tokopedia yang pada awalnya didirikan dari nol
oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, kemudian menjadi
perusahaan besar berkat pendanaan dari investor. Atau contoh perusahan
besar lainnya yang mulanya merupakan startup ialah Tiket.com, Go-Jek,
Bukalapak dan berbagai startup lain.
Apakah Startup merupakan perusahaan teknologi?
Bukan, sebenarnya istilah startup sendiri populer ketika banyak
perusahaan rintisan di eropa yang mulai membuat situs web dan
menggunakan domain .com bermunculan, kemudian sukses menjadi perusahaan
besar, Facebook misalnya. Ketika itu fenomena ini disebut buble dot-com,
yakni sebuah fenomena ketika banyak perusahaan mulai membuat situs
web-nya.
Dari sinilah kemudian startup sering diidentikkan dengan perusahaan
teknologi. Padahal, startup sebenarnya bisa digunakan untuk berbagai
jenis perusahaan rintisan yang bukan bergerak di bidang teknologi. Jadi
startup tidak harus perusahaan teknologi.
Karakteristik Startup Indonesia
Startup merupakan perusahaan yang masih merintis atau dalam tahap
pengembangan. Perusahaan tersebut minim dana dan hanya dioperasikan oleh
beberapa orang.
Sebagai contoh yakni Tokopedia, awalnya mereka didirikan oleh 2 orang
saja dan belum mampu berkompetisi dengan situs marketplace online
sejenis. Namun setelah mendapatkan pendanaan dari investor dan mampu
berkembang, mereka kini memiliki ratusan kayawan dan mampu bersaing
dengan Lazada yang merupakan e-commerce yang lebih dulu sukses.
Namun berbeda, karena Lazada bukanlah startup. Lazada hadir sebagai
perusahaan raksasa yang langsung didanai dengan nilai besar. Sama
seperti Elevania, mereka juga bukan starup karena langsung didirikan
oleh XL Axiata.
Nah melihat dari hal diatas, tentu patut diakui bahwa masih banyak orang
yang masih salah paham dalam menilai dan mengklasifikasikan sebuah
startup.
Lalu sebenarnya perusahaan seperti apa sih yang bisa disebut sebagai
startup? Nah, untuk mengklasifikasikan sebuah perusahaan merupakan
startup atau bukan, maka ada beberapa karakteristik yang perlu
diperhatikan. Karakteristik-karakteristik startup yang harus
diperhatikan diantaranya sebagai berikut.
1. Perusahaan belum lama didirikan
Sebuah perusahaan dapat disebut sebagai startup apabila setidaknya baru berumur kurang dari 3 tahun.
2. Pegawai sedikit
Startup jauh berbeda dengan perusahaan korporasi. Sebuah corporate tentu
memiliki banyak SDM yang dibagi kedalam beberapa divisi. Namun jumlah
pegawai sebuah startup mungkin hanya dibawah 20 orang. Bahkan, ada
startup yang hanya dijalankan 3 orang.
3. Bekerja multitasking
Satu dari banyak kelebihan startup ialah kemampuan SDM-nya yang mau
bekerja lebih. Artinya, seorang pekerja di startup umumnya akan
mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Contohnya dalam sebuah startup
situs media online, seorang web development bisa saja merangkap sebagai
content marketing atau admin media sosial. Malah, CEO sebuah
perusahanan startup bisa saja bekerja lebih ekstra daripada pegawainya.
4. Kreatif dan semangat
Pekerja startup haruslah memiliki kreatifitas tinggi dan semangat. Oleh
karenanya karyawan startup haruslah berusia produktif, sekitar 17-40
tahun.
5. Pendapatan dan Investor
Namanya juga perusahaan berkembang, tentu pendapatannya belum stabil.
Jumlah pendapatan perusahaan pertahun pun biasanya tak mencapai $
100.000 /tahun. Jumlah tersebut memang belumlah mutlak, tapi yang pasti
perusahaan startup mempunyai karakteristik pendapatan yang masih
tergolong kurang tetapi mampu bertahan.
Bertahannya sebuah startup ini karena 2 faktor, yaitu karena mendapatkan
pendanaan dari investor, atau bertahan dengan pendanaan berasal dari
modal sendiri yang masih mencukupi.
6. Bergerak di bidang Teknologi
Kini istilah startup telah mengalami penyempitan makna menjadi sebuah
perusahaan yang tak hanya berkembang, melainkan harus dalam bidang
teknologi. Sah-sah saja, perusahaan di bidang lain yang sedang
berkembang disebut juga sebagai startup. Namun, pada era internet saat
ini, istilah startup umumnya selalu mengacu kepada bisnis teknologi.
7. Beroperasi dengan Website
Memiliki sebuah situs web merupakan karakteristik yang paling khusus
bagi perusahaan startup. Sebab website tersebut merupakan identitas
perusahaan, dimana operasional bisnisnya memang berpusat di bidang ini.
Walau misalnya, jasa yang ditawarkan bisa diakses melalui aplikasi
mobile, namun tetap saja website nya merupakan opersional bisnis
utamanya. Jadi merupakan keharusan bagi sebuah startup untuk memiliki
sebuah website.
Nah seandainya ada startup yang tidak punya salah satu karakteristik
tersebut, berarti hanya ada 2 kemungkinan, yaitu startup tersebut
bangkrut atau startup tersebut telah berkembang menjadi perusahaan besar
dan tidak lagi menjadi startup.
Demikianlah penjelasan tentang startup di Indonesia dan karakteristiknya. Semoga bermanfaat.
Sumber artikel : ehpedia

0 komentar:
Posting Komentar