13 May 2017 - Resume Mandatory Binus Festival

by Mei 16, 2017 0 komentar
Laporan Kegiatan Sosial
Mata Kuliah : Character Bulding : Pancasila
Kelas : LD11
Kelompok : 4
Anggota Kelompok :

1. David Layardi (Sistem Informasi)(2001593085)


Pada artikel ini saya akan membahas secara ringkas resume seminar mandatory Binus Festival 13 May 2017, dalam seminar ini saya terdapat 2 pembicara dan 1 Moderator. Pembicara pertama merupakan salah satu dosen pengajar CB yaitu bapak Hari Sriyanto, S.Sos., M.M. dan bapak Sukron Ma'mun, S.Ag., M.A.yang juga merupakan salah satu dosen pengajar CB, dan juga moderator pada seminar ini juga merupakan dosen pengajar CB yaitu Lelo Yosep Laurentius, S.S., M.M. acara ini dimulai sekitar pukul 07:30 pagi dan diawali dengan 2 kegiatan yang cukup membakar semangat, yaitu para peserta seminar diajak untuk mengucapkan 5 butir Pancasila kemudian peserta seminar diajak untuk menyanyikan lagu nasional, yaitu Garuda Pancasila.
Acara dilanjutkan dengan membahas katian Pancasila dan pluralisme. Pancasila merupakan ideologi dasar bagi Negara Kesatuan Republik Indoesia. Nama ini berasal dari dua kata Bahasa sansekerta. Pertama adalah panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip / asas. Pancasila merupakan rumusan serta pediman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila pertama berisi asas ketuhanan, sila kedua berisi asas kemanusiaan, sila ketiga berisi asas persatuan, sila keempat berisi asas kerakyatan, dan sila kelima berisi asas persatuan. Pancasila merupakan ideologi yang palong cocok sesuai dengan karakteristik negara Indonesia karena Indonesia mempunyai keanekaragaman ras, suku, dan budaya yang seberagam dengan negara lain. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang manjemuk, karena masyarakatnya terdiri dari suku, budaya, Bahasa dan agama. Kemajemukan agama terlihat dengan tumbuh berkembangnya agama-agama besar di dunia seperti islam, Kristen, katolik, hindu, budha dan konghucu.
Pada pembahasan Pancasila dan plurarisme ini pembicara menyampaikan bagaimanakan kita dapat berpartisipasi atau turut serta dalam Pancasila sebagai pluralism. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain kita sebagai individua atau kelompok pemeluk agama untuk saling menghormati antara pemeluk agama sehingga terbinanya kerukunan hidup pada lingkungan sekitar dengan menghormati kebebasan dalam beribadah serta tidak memaksakan agama kepada siapapun. Saat ini banyak konfik antar kelompok yang dipicu oleh topik SARA (Suku, Ras, Agama dan Antar Golongan) dimana topik ini cukup sensitive diantara kalangan masyarakat. Sikap terbuka bagi kelompok atua golongan lain sangat diperlukan agar saling menghormati dan menghargai antar kelompok/golongan serta timbulnya sikap toleran yang dapat meningkatkan rasa persatuan.
Kita juga perlu mengakui persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, dan kedudukan social, warna kulit, dan sebagainya. Dan mampu menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan golongan, dengan mengembangkan sikap toleran ini diharapkan bahwa kita dapat mengembangkan pesatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika dan dapat memajuka pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa serta dengan Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeliargaan dan kegotongroyongan, kita dapat mengembangkan sikap adil terhadap sesama dan tidak mengunakan hak milikuntuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. Kemudian seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab.




2. Ardiansyah Effendi (Sistem Informasi)(2001599990)



LAPORAN KEGIATAN

A.    NAMA KEGIATAN
“Seminar Character Building Pancasila” dalam rangka acara Binus Fesival 2017

B.    WAKTU PELAKSANAAN
7:20 WIB / 13 May 2017
C.    TEMPAT
Auditorium Binus Anggrek
Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27. Kebon Jeruk Jakarta Barat

D.    TUJUAN
Agar mahasiswa dapat mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila serta mengenal makna-makna Pancasila

E.    MATERI SEMINAR
Seminar di mulai pada jam 7:20 Pagi. Seminar ini dibagi menjadi 2 sesi pembicara, Pembicara pertama adalah bapak Hari Sriyanto, S.Sos., M.M membahas tentang makna dari 5 sila dari Pancasila dan pembicara kedua adalah Bapak Sukron Ma'mun, S.Ag., M.A.

 Dari sesi pembicara pertama Saya memahami bahwa Pancasila memiliki nilai religius, nilai kemanusiaan, nilai nasionalisme, nilai gotong royong, serta nilai keadilan untuk semua rakyat Indonesia. Bapak Hari Sriyanto, S.Sos., M.M juga menjelaskan bagaimana kita mewujudkan sikap dari kelima sila tersebut.

Pada  Sesi Kedua Bapak Sukron Ma'mun, S.Ag., M.A. membahas pluralisme di Indonesia. Di sesi ini bapak Sukron Ma'mun, S.Ag., M.A menjelaskan bagaimana kita menjaga pluralism di Indonesia agar tidak terjadi perpecahan. Di sesi ini juga kami di jelaskan bagaimana hubungan antara pluralisme di Indonesia dan nilai nilai Pancasila seperti  ketiga bahwa rakyat Indonesia mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membedakan suku atau agama.


F.    PENUTUP
Demikian laporan ini saya buat sebagai wujud mengikuti seminar ini. Mohon maaf atas segala kekurangan dan terima kasih. 

Unknown

Blog Writter

Writting is sharing.

0 komentar:

Posting Komentar